Matarammetro-Gubernur NTB, Dr.H.L. Muhammad Iqbal, S.Ip., M,Si., mendapatkan informasi runtuhnya atap 2 ruang belajar SMAN 7 Mataram segera merespon cepat, dan bergegas turun langsung ke lokasi kejadian. Dengan wajah terperangah, orang nomor 1 di NTB tersebut Nampak terperanjat menyaksikan puing puing reruntuhan ruang belajar anak bangsa yang ditipkan di SAMNJU Mataram tersebut sembari menyimak keterangan yang disampaikan Kepala SMAN 7 Mataram terkait kronologis kejadian sebab dan dampak yang ditimbulkan.
Berikutnya Miq Iqbal sapaan akrabnya, memanggil Kadis PUPR NTB yang juga sudah terlebih dahulu datang dan langsung memberikan istruksi tindakan cepat menangani pemulihan bangunan ruang belajar tersebut.
Dalam keterangannya kepada media, Gubernur NTB, Dr.H.L. Muhammad Iqbal, S.Ip., M,Si., mengatakan keprihatinanya karena peristiwa tersebut nyaris merenggut jiwa, Selasa (19 mei 2026).
“Ini Musibah, Saya prihatin karena nyaris jatuh korban jiwa, karena kondisi gedung yang sudah tua. Dan ternyata oleh kementrian pendidikan sudah menyadari kondisi ini. Oleh sebab itu tahun 2024 sudah diberikan untuk membangun gedung baru da nada revitalisasi gedung lama. Tapi ternyata 16 kelas yang telah terbangun ini masih dalam status hukum, dan belum boleh menyentuhnya karena statusnya barang bukti. Sehingga tidak berani dimanfaatkan. Mestinya dari tahun 2025 siswa siswi SMAN 7 Mataram sudah menempati gedung baru,”terangnya.

“Saya sudah minta kepada Kadis PUPR untukmengecek bangunan yang runtuh ini maupun bangunan yang lainnya untuk memastikan keamanan belajar mengejara sementara kasus hokum bangunan baru selesai,”imbuhnya.
Menurutnya semestinya tahun anggaran 2026 Pemprov sudah memberikan anggaran untuyk perawatan disesuaikan dengan kemampuan viskal daerah untuk perbaikan minor disekolah sekolah untuk memastikan keamanan pengunaannya dalam proses belajar mengajar.
“Karena hampir semua bangunan SMA di NTB ini kondisinya hampir sama sehingga viskal daerah belum bisa menjangkau semua. Kenapa kita perbaikinya minor, karena sudah kita ajukan semua ke Kementrian Pendidikan untuk revitalisasi. Insyaallah sudah dapattapi itu bertahap dalam 3 tahun. Yang tahapan gilirannya masih lama itulah yang diperbaiki secara minor yang penting layak dan aman,”tuturnya.
Miq Iqbal juga menegaskan perlunya perbaikan tata kelola disatuan pendidkan. Dengan terjadinya 16 kelas berkasus di SMKN 7 dan menjadi nganggur membuktikan buruknya tata kelola Dinas dan satuan pendidikan, dan menurutnya ada puluhan sekolah dengan kasus serupa masih menunggu penyelesaian hukum.
Kadis PUPR:Estimasi Pemulihan Rp.400.000.000, Tuntas 2 Bulan

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas PUPR NTB, Lalu Kusuma Wijaya, ST., MT., dikonfirmasi terkait instruksi Gubernur tersebut menjelaskan bahwa estimasi pemulihan ruang belajar yang runtuh dan 2 lokal ruangan yang utuh akan menelan anggaran Rp. 400 juta dan tuntas dalam 2 bulan.
“Kami sudah melakukan pengecekan dan pengukuran bersama tim, menurut analisa, estimasi biaya pemulihannya bisa menelan anggaran sampai Rp. 400 juta. Ini kan satu unit konstruksi bangunan dengan ruangan yang tidak runtuh, namun dinilai cukup membahayakan. Maka seluruhnya satu konstruksi ini hanya butuh perbaikan atap dengan total 4 ruangan. Kami bisa tuntaskan dan siap pakai dengan pengerjaan selama 2 bulan penuh,”terangnya.
“Pertama kita pembersihan reruntuhan dulu supaya nggak serem agar siswa tidak takut. Nanti konsep atapnya kita akan ganti dengan yang ringan untuk mengurangi beban. Salah satu penyebab runtuh ini karena beban genting beton, beban serapan air hujan deras, dan juga factor konstruksi material kayu penyangga atapnya sudah lapuk,”imbuhnya.(red)
