Antisipasi Dampak Badai El Nino, BPBD KLU Fokus Penyediaan Air Bersih Hadapi Ancaman Kekeringan

Matarammetro-Berdasarkan prediksi BMKG Siklus badai El Nino diperkirakan tidak sampai diwilayah NTB, namun justru tengah berada dalam periode musim kemarau yang diprediksi akan lebih kering dan panjang akibat penguatan fenomena El Nino. BMKG memperingatkan kemarau 2026 lebih panjang dan kering akibat El Nino. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus-September  mendatang.

Terkait hal tersebut BPBD Lombok Utara sedang melakukan persiapan serius dengan melakukan analisan dan perencanaan yang matang khususnya wilayah Gili Meno yang sangat kekurangan air bersih.

Menurut Rizaldi Rahardian, ST., Kepala Pelaksana (KALAK) BPBD Lombok Utara, kebutuhan air bersih diwilayah Gili Meno diprediksi meningkat dalam kemarau mendatang, Rabu (8 Juli 2026).

“Kami telah melakukan  pengiriman air ke Meno  sudah berjalan 2 bulan dan sudah 80 trip yang kita kirimkan dari total kuota 120 trip hingga bulan Juli ini. Mengingat perdiksi BMKG Terkait Badai El Nino berpuncak dibulan Agustus. Sehingga sisa distribusi yang ada kami bisa selesaikan dalam bulan Juli ini,”ungkapnya.

Untuk bulan bulan berikutnya, Rizaldi menuturkanj bahwa anggaran untuk distribusi air bersih yang bersumber dari APBD murni selesai sampai bulan Juli. Berikutnya untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat Siklus El Nino sesuai analisis BMKG bahwa puncak kekeringan terjadi dibulan Agustus hingga Oktober akan terjadi peningkatan permintaan air bersih bukan hanya di Meno.

“Khusus di Meno, ada 2 bagian kebutuihan air bersihnya, yaitu untuk masyarakat dan para pelaku usaha usaha pariwisata. Tetapi yang kita tanggulangi adalah khusus untuk kebutuhan masyarakat, sedangkan untuk para pelaku usaha dipersilahkan untuk berkoordinasi dengan PDAM Tanjung,”terangnya.

Terkait antisipasi dampak kekeringan di daratan selain Meno Rizaldi mengatakan bahwa BPBD sejak jauh jauh hari sejak tahun 1024 telah menyususn kajian rencana aksi daerah tentang penanggulangan kekeringan bersama stake holder terkait secara bersama sama menindak lanjuti rencana aksi yang dimaksud.

“Perkiraan bencana kekeringan ini sebenarnya bukan hanya tugas kami di BPBD, namun juga menjadi tugas seluruh elemen terkait, OPD terkait, NGO, TNI POLRI juga dituntut bersama sama berkontribusi dalam penanganan dampak kekeringan yang diprediksi BMKG. BPBD Provinsi NTB menginisiasi gelar rapat bersama BPBD Kabupaten/Kota se NTB Jumat mendatang untuk membahas persiapan menghadapi ancaman kekeringan dampak siklus badai El Nino 2026,”pungkasnya.(rd)

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

mungkin menarik