Keluarga Korban Pengeroyokan Di Sumbawa Sayangkan Ada Yang Cari  Panggung
Keluarga Korban Pengeroyokan Di Sumbawa Sayangkan Ada Yang Cari  Panggung

“Kami Siap Damai Dimediasi Danrem dan Pemda Sumbawa”

Matarammetro- Beredarnya selebaran perihal tragedi pengeroyokan di Sumbawa Besar oleh sejumlah oknum sangat disayangkan pihak keluarga korban, karena menurutnya akan semakin memperuncing keadaan, (Sabtu 11/3/23).

“Kami merasa resah dengan oknum ke 3 yang melakukan provokasi rakyat dengan mengedarkan selebarang pengeroyokan itu. Situasi ini akan semakin memperuncing keadaan dan akan menimbulkan kesenjangan antara TNI dan Rakyat,”ungkap keluarga korban yang enggan disebut namanya karena takut diteror.

Munculnya pihak ke 3 tersebut dinilai pihak keluarga korban bermuatan kepentingan panggung dengan memanfaatkan situasi.

“Kami melihat ada yang memanfaatkan keluarga kami untuk mencari panggung. Kami gerah ada pihak lain merajut kebencian rakyat terhadap TNI dengan benang kusut. Kami juga sesalkan pihak para pelaku mendatangi keluarga korban secara person, kami menilai ada indikasi intimidasi. Kami mengakui keluarga kami bersalah telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap institusi TNI, tapi TNI juga harus bersikap kesatria dong mengakui bahwa mereka bersalah juga telah mengambil tindakan main hakim sendiri dimarkas kesatuannya,”ungkapnya.

Menurutnya jika menempuh jalur penyelesaian personal tidak akan ada titik temu dan tidak menyelesaikan masalah malah sebaliknya.

“Kalau secara personal pribadi mendatangi keluarga korban justru asumsinya negatif. Kami takut jika tidak segera diselesaikan dengan langkah profesional akan ada pihak lain yang menunggangi. Seandainya terjadi kecelakaan tunggal TNI di Sumbawa tentu alibinya akan mengatakan ada balas dendam,”terangnya.

“Untuk itu mari kita luruskan persoalan, kita jernihkan situasi, kami siap damai, kami tidak menuntut apapun. Kami hanya minta agar keluarga korban dipertemukan dengan pelaku secara kesatuan dan dimediasi Danrem 162/WB dan Pemda Sumbawa. Kalaupun ada pernyataan pengobatan ditanggulangi pihak Pemda ya harus didukung dengan bukti surat pernyataan pemda, itu saja kan selesai masalahnya, satu orang pelaku yang memprovokasi ditindak secara kode etik militer maka yang lain akan gugur. Persoalan lain lain dan rencana ada tali asih, itu  kan terserah mereka, kami tidak pernah meminta dan menuntut. Kami tidak ingin TNI ternodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dalam situasi krisis kepercayaan ini hanya TNI harapan terakhir tempat mengadu. Kami cinta TNI tanpa sayarat ,”pungkasnya.(N3G)

 

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *