Matarammetro-SMKN 5 Mataram suskses menjaring siswa baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2025-2026 sebanyak 413 orang pendaftar ulang dari 433 orang pendaftar, angka tersebut jauh melejit lebih tinggi dari tahun sebelumnya dengan 350 orang siswa.
Katerangan tersebut disampaikan Kepala SMKN 5 Mataram H. Istiqlal, S.Pd., M.M.,melalui Hartika,S.Pd., Waka Kesiswaan SMKN 5 Mataram , Rabu (30 Juli 2025 diruang kerja Kepala SMKN 5 Mataram.
“Dari 433 orang pendaftar beberapa orang mencabut berkasnya karena lulus ditempat lain sehingga tersisa yang daftar ulang sebanyak 413 orang. Ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pendaftar siswa baru tahun ini didominasi oleh peminat jurusan kompetensi TKJ dan DKP,”terang Hartika.
Menurutnya, SMKN 5 Mataram dahulunya berawal dari sekolah seni, seiring perjalanan waktu terjadi perubahan perubahan sehingga pemerintah membuka jurusan jurusan baru menjadi Sekolah Seni Budaya dan Tekhnologi sehingga kini menjadi 15 jurusan.
“Pelaksanaan MPLS SMKN 5 Mataram digelar selama 5 hari , selain Ibu/Bapak Guru SMKN 5 Mataram sebagai pemateri, kami juga melibatkan Kepolisian Polsek Pagesangan yang mengedukasi dampak buruk JUDOL dan bahaya narkoba,”jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Waka Humas SMKN 5 Mataram M. Amin Syafullah, S.Pd., menambahkan, peningkatan yang signifikan dalam serapan murid baru yang cukup signifikan tahunajaran 2025-2026 selain dari sosialisasi yang sangat massive, juga dampak dari adanya penambahan jurusan baru.
“Jurusan baru ini adalah TKJ dan Tekhnik Bodi Kendaraan Ringan dan ini langsung full, TKJ jadi 2 kelas. Selain itu kami juga kerjasama dengan SMK SMK terdekat yang overload. Dan kami masih membuka pintu untuk pendaftar susulan yang belum mendapatkan tempat bersekolah,”imbuh Syaifullah.
Terkait penguatan kompetensi siswa dan penyaluran tenaga ahli siap pakai lulusan SMKN 5 Mataram, Syaifullah mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan ratusan Industry Dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA) yang langsung sebagai guru tamu dan sebagai tempat pemagangan (PKL) dan penyaluran tenaga siap kerja.
“Untuk kelas inklusi yani anak anak berkebutuhankhusus kami mamperoleh amanah 5 orang murid baru yang guru pembimbingnya masih yang ada di SMKN 5 Mataram berbekal belajar secara otodidak.
Disini kami masih belum mendapatkan sumber daya pendidik khusus untuk anaka anak berkebutuhan khusus ini, semoga kedepan pemerintah bisa memfasilitasi kami terhadap lebutuhan guru khusus inklusi,”harapnya.
Yang lebih mencengangkan lagi, ternyata menurut Syaifullah ada 2 orang siswa siswi SMKN 5 Mataram yang turut ambnil bagian dalam kompetisi FORNAS VIII NTB yakni Baiq Tazkya Shafira, siswi kelas 10 DKPB jadi peserta inorga Persatuan Panahan Tradisional Republik Indonesia (PEPATRI) NUSANTARA JAYA, dan Fajarudin Ramadhan ikut bela diri kempo anak kelas 10 jurusan program siaran dan produksi televisi. SMEKLI memang “BISA LUAR BIASA”.(red)