Warganet Waspada!!!! Penipuan Medsos Jual Nama PJ Gubernur NTB

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., MM menghimbau kepada seluruh warga NTB untuk hati - hati terhadap modus penipuan memakai akun palsu media sosial
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., MM menghimbau kepada seluruh warga NTB untuk hati - hati terhadap modus penipuan memakai akun palsu media sosial

Matarammetro – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., MM menghimbau kepada seluruh warga NTB untuk  hati – hati terhadap modus penipuan memakai akun palsu media sosial mengatasnamakan Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Mataram, Rabu (21/02).

“Kepada seluruh warga NTB untuk berhati – hati, bijak, sehat serta arif  menggunakan media sosial, misalnya media sosial facebook. Baru – baru ini ada seorang warga yang tertipu dengan aku FB palsu menatasnamakan Penjabat Gubernur NTB yang didalamnya terjadi chat melalui mesengger dalam akun FBnya terkait pemberian bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB,” jelas Doktor Najam.

Warganet, Hati-hati ! Modus Penipuan memakai Akun Palsu Medsos atasnamakan Penjabat Gubernur NTB
Warganet, Hati-hati ! Modus Penipuan memakai Akun Palsu Medsos atasnamakan Penjabat Gubernur NTB

Doktor Najam menegaskan bahwa kejahatan di dunia maya banyak sekali modusnya. Salah satunya membuat akun palsu menggunakan nama pimpinan dan pejabat daerah Pemprov NTB dan juga Kab/Kota. Sudah sering terjadi, dari era kepemimpinan sebelumnya juga banyak yang membuat akun palsu, ada juga akun palsu dinas/badan/biro juga dipalsukan. Jadi bukan yang pertama kali terjadi dan kejahatan dunia digital ini pun marak di seluruh Indonesia, modusnya juga rapi dan beragam. Harusnya, warganet semakin waspada.

“Harus diketahui bahwa  penyaluran atau penyerahan bantuan pemerintah, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota tidak ada komunikasi dan mekanisme melalui media sosial, tetapi sudah ada tata cara, ketentuan dan prosedur sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” ungkapnya.

Berbagai modus penipuan di dunia maya mengatas namakan pimpinan dan pejabat daerah, seperti janji memberikan bantuan, pinjam uang sampai investasi bodong harus diwaspadai. Cek dan recek serta safety digital harus dikedepankan.

“Kejahatan didunia digital sangat marak, kepada seluruh warganet untuk tetap hati – hati dan waspada. Mari bijak, sehat dan  arif  menggunakan media sosial. Gunakan medsos untuk hal produktif dan pengembangan diri serta hal yang manfaat” tutur Doktor Najam. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here