Gubernur NTB dan BNNP Musnahkan 3 Kg Sabu Haram
Pemusnahan 3 kilogram lebih sabu, ekstasi 2000 butir kemudian ganja 3 kilogram oleh BNN dan Forkopimda NTB, di halaman Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Senin (12/06/23).

Matarammetro-Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah Menghadiri acara Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Narkotika Golongan I di halaman Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Senin (12/06/23).

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul mengapresiasi kinerja dan kerja keras jajaran BNN Provinsi NTB dalam menangani dan memberantas pengedaran kasus narkoba di wilayah NTB.

“Atas nama pemerintah Provinsi NTB, kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada jajaran BNN, yang telah banyak menyelamatkan masyarakat atas ketergantungan obat-obatan terlarang tersebut,” ungkap Bang Zul.

Bang Zul mengakui bahwa dulu ketika mengunjungi pelosok-pelosok desa di NTB, masyarakat hanya meminta bantuan dana untuk pembangunan masjid, irigasi dan infrastruktur jalan. Tapi sekarang masyarakat sudah mulai meminta untuk lebih konsen untuk menangani masalah narkoba yang sudah masuk ke desa-desa.

“Untuk itu, Kami akan melakukan pertemuan rutin dengan bupati, camat hingga kepala desa agar penanganan masalah narkoba menjadi tanggung jawab semua,” tegas Doktor Ekonomi itu.

Sementara itu, Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol. Gagas Nugraha menyampaikan bahwa pihak BNN sudah melakukan upaya pemberantasan peredaran narkoba dengan  memangkas memutus jaringan, baik itu jaringan internasional dan nasional ke wilayah NTB.

“Kami berhasil menyita sebanyak 3¬† kilogram lebih sabu, ekstasi 2000 butir kemudian ganja 3 kilogra,”jelasnya.

Selain itu, Jenderal juga menjelaskan bahwa barang bukti seperti kendaraan mobil dan sepeda motor juga sudah diamankan yang digunakan oleh para pelaku untuk mengedarkan untuk transaksi untuk melakukan aktivitas dalam rangka beredarnya narkoba di NTB.

“Oleh karenanya, kami akan terus menjaga NTB dari barang-barang terlarang. Kami berharap kepada masyarakat untuk terus menjaga keluarga dari bahayanya narkoba,” harapnya.

Adapun barang-barang yang diedarkan berasal dari Medan, Aceh, Pekanbaru, Batam, Jakarta dan Surabaya. (RED)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *