Gerbong Restorasi Dikbud NTB Rotasi Puluhan Kepala Sekolah 

Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqon melantik 75 75 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, yang di rotasi
Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqon melantik 75 75 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, yang di rotasi

Matarammetro- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, kembali melaksanakan Restorasi (Perubahan} dijajaran Kepala SMK dan SMA lingkup Dikbud NTB dengan merotasi jabatan 75 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, mulai Selasa sampai Jumat pekan ini.
Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqon menyebut, rotasi jabatan kepala sekolah tersebut dilaksanakan secara bertahap dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara, dengan total 28 kepala sekolah.
Dilanjutkan Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu dengan total 50 kepala sekolah dan pelaksanaannya Rabu kemarin, baik secara langsung maupun virtual di Aula Handayani, Kantor Dikbud NTB.

“Ini memang kebutuhan kita, untuk menggerakkan pendidikan agar lebih baik,” ungkap Aidy Furqon.

Menurutnya, pelaksanaan mutasi tersebut sudah menjadi hal yang lumrah di lingkup birokrasi. Hai ini pun berdasarkan penilaian kinerja kepala sekolah, yang dilakukan jauh hari sebelumnya dan melibatkan pihak-pihak terkait. Ini termasuk penilaian secara langsung Dikbud NTB, di masing-masing sekolah.

“Ada sejumlah poin penting yang menjadi alasan dan pertimbangan Dinas untuk melakukan mutasi, rotasi, pengangkatan kepala sekolah, hingga kepala sekolah ditugaskan kembali menjadi guru. Khusus untuk Kepala sekolah menjadi guru, karena faktor usia, sakit dan kinerja buruk,” ungkapnya.

Khusus kepala sekolah yang digeser ke sekolah lain, pertimbangannya bahwa masa menjabat yang bersangkutan genap dua periode di sekolah tersebut.

“Dinas Dikbud NTB juga menerima berbagai masukan dan saran, dari guru dan komite sekolah. Sehingga perlu dilakukan penyegaran,” terangnya.

Sedangkan untuk guru yang mendapatkan promosi jabatan kepala sekolah, adalah mereka yang memiliki prestasi telah lolos dan mendapatkan sertifikat Guru Penggerak.

“Tentunya telah melalui seleksi tes calon kepala sekolah. Kami masih punya persediaan dan mereka masih memenuhi syarat, terutama dari segi usia dan kapasitas mereka untuk memimpin sekolah,” jelasnya.
“Jadi saya tegaskan, kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan isu-isu tertentu, kita tetap mengedepankan hasil penilaian kinerja kepala sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda NTB Drs H. Lalu Gita Aryadi berpesan kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik, agar jangan mengecewakan amanah yang diberikan pimpinan.
“Harus dibuktikan dan ditunjukkan bahwa diri ini layak menjadi kepala sekolah,” ujarnya.(N3G)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here