Matarammetro-Kehadiran Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) di Lombok Tengah menambah warna baru dalam pendidikan perguruan tinggi dan sekaligus sebagai penyangga ketersediaan tenaga kerja professional siap pakai disektor pariwisata sebagai salah satu unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketersediaan tenaga kerja siap pakai disektor pariwisata turut juga memberikan jaminan kepada investor terkait kelancaran operasional rencana usaha yang akan dijalankan diwilayah NTB.
Dalam usianya yang ke IX tahun berdirinya Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Lombok Tengah 9 Mei 2025 telah mampu meraih predikat Institusi unggulan urutan ke 3 setelah UNRAM,dan UIN Mataram.
Hal ini diungkapkan Direktur Poltekpar Lombok Tengah Dr. Ali Muhtasom, A.Md., S.Sos., M.M., CHCM., CHE, diruang kerjanya, Senin (26 Oktober 2026, menjelang X tahun Poltekpar Lombok).
“Kita baru mau menjelang usia 10 tahun, diusia 9 tahun Poltekpar NTB berdiri, tanggal 9 Mei 2025 yang lalu, dengan kerja keras rekan rekan, kami sudah berhasil meraih predikat Institusi Unggulan ke-3 setelah Unram dan UIN. Sekitar 4500 jumlah perguruan di NTB saat ini, 200 dari jumlah itu ada Poltekpar Lombok sebagai kebanggaan. Artinya Lombok sudah bisa menyelenggarakan Standar Pendidikan yang unggul dan bermutu,”ungkapnya.

Menurutnya prestasi dan predikat penyediaan fasilitas perguruan tinggi yang standar, unggul dan bermutu tersebut untuk menjawab tantangan jangka pendek berupa kecepatan arus investasi di Lombok Tengah menuntut ketersediaan SDM yang memadai, professional dan siap pakai agar investor tidak mundur dan yakin untuk berinvestasi yang tepat di Lombok khususnya yang berkaitan dengan Hospitality.
Keberadaan Poltekpar Lombok adalah investasi untuk Lombok Tengah mengingat jumlah peminat saat ini mencapai 1700 orang dengan jatah kuota penerimaan setiap tahunnya hanya 360 Mahasiswa baru, sementara peminat tembus diangka 2000-an.
“Tahun ini kita dapat kelonggaran dari kementrian untuk dapat menerima 550 Mahasiswa baru, artinya diberikan tambahan kuota 190 orang. Dengan 4 program study yaitu D4 Usaha Perjalanan Wisata (Sarjana Terapan / S.Tr.Par), D3 Divisi Kamar (Ahli Madya Pariwisata / A.Md.Par), D3 Seni Kuliner (Ahli Madya Pariwisata / A.Md.Par), D3 Tata Hidang (Ahli Madya Pariwisata / A.Md.Par). Kami melakukan pola pendekatan melalui pemberdayaan dengan memberikan prioritas kepada pendaftar yang terdekat dengan lingkungan kampus Poltekpar,”ulasnya.

Ali Muhtasom mengaku bahwa dalam menempa ketersediaan tenaga professional dengan menerapkan fungsi Tri Dharma perguruan tinggi yakni fungsi pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun dalam inplementasinya berjalan masing masing. Namun di Poltekpar sejak tahun 2023 dikemas dalam program Edukarsa (edukasi dan karya) untuk masyarakat supaya proses Ti Dharma berjalan bersamaan dan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Jadi ukuran keberhasilannya adalah dampak, bukan hanya output sekedar teselenggara dan riuh tepuk tangan. Namun dengan dampak itu kita memperkuat out come dan inpact. Dengan demikian terlihat dari peningkatan kualitas mahasiswa sehingga bisa diakui oleh industry. Sehingga setiap proses yang kita coba bangun di internal ini adalah memastikan capaian kompetensi mahasiswa yang sesuai dengan industry. Sehingga perguruan tinggi pokasi harus Link and Match, dan kita tidak pakai link nya, namun kita pakai Match nya saja “MACS Integrity and Impact”,. Dan itu wajib wajib,”tegasnya.(red).
