Matarammetro-SMKN 1 Labuapi kembali mengalami peningkatan jumlah serapan siswa baru dalam SPMB 2026 kendatipun belum signifikan.
Hal tersebut diungkapkan Lalu Syayadi, S.T., M.M., Kepala SMKN Labuapi, Senin 13 Juli 2026 usai membuka MPLS Siswa baru SMKN 1 Labuapi.
Syayadi mengaku, kesulitan menyerap siswa dengan peningkatan yang signifikan selain karena lokasi sekolah agak dalam, juga disebabkan gengsi masyarakat karena masih melekatnya nama SMK Lobok Barat.
“Tahun ajaran ini(2026)kami juga ada peningkatan lebih dari tahun lalu namun tidak signifikan, kami tetap optimis walaupun harus tertatih langkah demi langkah. Salah satu penyebabnya adalah budaya gengsi karena lokasi sekolah kurang strategis, harus masuk jalan kecil lumayan. Selain itu masih melekatnya nama SMKN Lombok Barat dan jarak dengan sekolah lain yang menyandang nama Kota Mataram sangat berdekatan,”terangnya.
Kendatipun demikian Syayadi terus berharap masih ada pendaftar baru walaupun MPLS sudah mulai karena ruang kelasnya masih lowong dengan jumlah siswa baru per kelas 25 orang dan sudah terisi 5 kelas dengan kompetensi tekhnik Outomotif tetap sebagai primadona.
Untuk dukungan fasilitas belajar mengajar SMKN 1 Labuapi mendapatkan akreditasi sekolah A dari badan nasional akreditasi sekolah.
“Selain Akreditasi kami juga dapat program refitalisasi dan rehabilitasi gedung di 2026. Secara nominasi kami dapat prioritas ke 10 se-NTB,”pungkasnya.(red)
