Matarammetro-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB menggelar pelatihan khusus penanaman cabai di Aula Gedung Serbaguna Teknopark Dewi Anjani SMKPP Negeri Mataram yang dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., SP., MM., Senin 13 Juli 2026.
Pelatihan tersebut diikuti oleh utusan perwakilan SMA, SMK, dan SLB Negeri se Pulau Lombok yang dicanangkan sebagai mentor pengembangan budidaya penanaman cabai dilingkungan sekolah satuan pendidikan Dina Dikpora Nusa Tenggara Barat dalam rangka mendukung program TAPSI (Tanaman Cabai dan pengendalian Inflasi, untuk mendukung ketahanan pangan di NTB.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., SP., MM., menyebutkan bahwa program tersebut merupakan gagasan pak Gubernur NTB beberapa bulan lalu karena komoditi cabe adalah penyumbang inflasi di NTB.
“NTB secara nasional disebut sebagai sentra cabai, untuk kebubutuhan daerah sendiri kita masih mampu surplus. Namun secara nasional masih jauh dari standar kebutuhan nasional masih jauh. Dari perkembangan inflasi ini Pak Gubernur menginisiasi pengembangan tanaman komoditi cabai di sekolah sekolah sebagai edukasi kepada siswa agar tidak terpaku cita citanya hanya menjadi pegawai negeri,”jelasnya.
Menurutnya jika budidaya cabai tersebut dilaksanakan dengan benar dilingkungan sekolah, jika dikalkulasi menggunakan HPP Pemerintah keuntungan perhektar bisa mencapai Rp. 500 juta sekali panen.
Usai pembukaan pelatihan tersebut, saat meninjau Green Hause pembibitan cabai milik SMKPPN Mataram, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., SP., MM., menegaskan bahwa program tersebut murni inisiatif Gubernur NTB dengan menggandeng satuan pendidikan, SMA, SMK, danSLB se pulau Lombok.
“Program inilah yang kemarin kami sebut Farming Goes To School, dan sebagai tindak lanjut kami adakan pelatihan budidaya cabai tahap pertama untuk bapak ibu guru se pulau Lombok. Yang kedepannya diharapkan bisa menjadi pembantu dilapangan. Budi daya cabai ini dilator belakangi oleh keadaan inflasi secara nasional maupun daerah salah satu penyumbangnya adalah komoditi cabai,”tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMKPPN Mataram, Sugiarta ,S.Pi, M.Pd, M.Si,menjelaskan bahwa dengan pengembangan budidaya tanaman horticultura di SMKPPN Mataram diharapkan akan melahirkan lulusan pejuang ketahanan pangan nasional.
“Selain prioritas menerapkan 7 kebiasaan anak Indonesia , kami juga berupaya membangun karakter siswa siswi SMKPP ini yaitu mencintai lingkungan , menciptakan lingkungan yang asri, termasuk juga pengembangan bududaya tanaman tanaman khas NTB dan gerakan menanam sayuran yang dimulai dari sekolah dengan harapan lulusan SMKPP menjadi pejuang ketahanan pangan nasional,”terangnya.
Sugiarta mengaku bahwa lokasi penyemaian bibit cabai milik SMKPPN Mataram tersebar di 3 lokasi berbeda untuk memenuhi kebutuhan bibit cabia program the farmers goes to school.
“Lokasi penyemaian bibit kami ini bukan hanya yang ada disekolah ini, tapi kami juga punya lahan dilingsar dan lainnnya untuk memenuhi kebutuhan bibit cabai. Kami bukan hanya menyemai bibit cabai, tapi hampir semua jenis tanaman horticultura khas NTB, bahkan ada tanaman dari luar NTB juag yang kami kembangkan,”tegasnya.(red)
