Matarammetro-Maraknya tambang emas illegal dan praktek perampasan kendaraan oleh Debd Colector (DC) menggugah Laskar NTB dan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia melakukan audiensi dengan Mapolda NTB. Kedatangan Ketua umum Laskar Sasak dan Ketua DPW APRI NTB diterima langsung Kapolda NTB diruangannya bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, Jum’at (3 Juli 2026).
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H, melalui DirreskrimsusPolda NTB, FX, Endruadi, S. I. K, diruang Reskrimsus Polda NTB menegaskan bahwa pihak Mapolda NTB telah menerima audensi APRI NTB, Jum’at 9 3 Juli 2026).
“Kami Polda NTB yang diwakili Direktorat Reserse Kriminal Khusus telah menerima audiensi dari teman teman APRI NTB yang menyampaikan aspirasinya kedepannya mendukung produktifitas penambangan yang legal yang hasilnya bermanfaat untuk masyarakat,”ujarnya.
Menurutnya, Polda NTB juga memiliki semangat yang sama, dengan adanya informasi banyaknya penambangan penambangan illegal, dapat diarahkan melalui pembinaan agar menjadi legal.
“Apri dalam hal ini mendorong Polda NTB bersama sama dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk penerbitan perijinan penambangan rakyat di NTB dengan harapan dengan tata kelola yang baik dapat memberikan dampak kesejahteraan maksimal terhadap penambang dan dapat bersumbangsih dalam pembangunan daerah NTB,”imbuh Endruadi.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina APRI NTB Lalu Imam Haramain menjelaskan bahwa, dengan kiprah APRI, pihaknya telah berhasil menerbitkan 3 perijinan penambangan rakyat.
“Alhamdulillah lami sangat aktif dalam kiprah kami, dalam upaya percepatan proses perijinan Pertambangan Rakyat (IPR) di NTB. Hasilny dibuktikan dengan terbitnya 3 IPR sekarang ini. Semua prosesnya didampingi APRI. Selanjutnya kedepannya dimana ada titik titik pertambangan rakyat berada, kita akan perbaiki, kita evaluasi dan kita berikan masukan kepada Pak Kapolda, dan kami akan melanjutkan audiensi ini ke Gubernur, DPR, Danrem, Kajati dan seterusnya hingga semua elemen yang terkait agar semua dapat berjalan bersama sama menjalankan ketertiban agar menjadi sebuah potensi PAD yang menjanjikan,”terang Miq Imam, sapaan tokoh yang mengaku sebagai pejabat ketua APRI terpendek didunia ini, yang selanjutnya dinaikkan menjadi dewan Pembina APRI NTB.
Terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Sasak Lalu Mohammad Ali Sadikin, yang membawa aspirasi keluhan masyarakat terkait maraknya perampasan kendaraan oleh Debd Collector (DC), menuturkan bahwa, Kapolda NTB memberikan atensi yang sangat baik terhadap aspirasi yang disampaikan.
“Alhamdulillah, Bapak Kapolda NTB memberikan atensi yang sangat baik terhadap aspirasi keluhan masyarakat terkait serampangan kinerja DC dilapangan. Kami hanya ingin agar para debd collector tidak bekerja serampangan dan main cabut sembarangan terhadap kendaraan debitur yang menunggak. Kami harapkan para DC bertindak lebih manusiawi. Kita maklumi bahwa mereka juga bekerja, tetapi kan ada mekanisme yang harus dijalankan. Kami banyak menampung keluhan masyarakat terkait tindakan serampangan para DC ini,”ungkap Miq Denta sapaan akrab tokoh utama Laskar Sasak ini.(red)
