Ketua PHM Mataram Sayangkan Ada Promo Hotel Beriklan Fulgar

Matarammetro-Ketua Perhimpunan Hotel Melati (PHM) Kota Mataram Guru Mangku I Gde Wenten menyayangkan adanya iklan promosi hotel yang dinilai public sangat fulgar sehingga menjadi sorotan DPRD NTB.

Disela sela kegiatan rutin Jumat Berkah berbagi Guru Mangku I Gde Wenten dikediamannya mengungkapkan kegerahannya terhadap sejumlah hotel kelas melati di Kota Mataram melakukan promosi yang terkesan melanggar etika berbisnis yang tak selaras dengan nafas Mataram Harum dan Religius, Jumat (6 Juni 2026).

“Sebenarnya syah syah saja pengusaha hotel melakukan promosi, namun harus diingat, promosi untuk menaikkan grit hotelitu ada acuan sesuai pola etikanya. Misalnya jumlah kamar dan fasilitas pendukungnya. Harga Kamar dan kenyamanan serta Nuansa atau vew yang disajikan, layanan dan keamanan. Tapi jangan sampai pandangan masyarakat menganggap hotel sebagai tempat melanggar norma norma ketimuran akibat promosi yang tak beretika,”ungkapnya gerah.

Menurutnya semua hotel punya pasca masing masing, langganan masing masing, kalaupun ada yang berpasangan itu menjadi prifasi konsumen yang menjadi kewajiban hotel untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan.

“tapi tidak serta merta kemudian layanan seperti itu dimuat dalam iklan promosi hanya untuk menaikkan grit hotel. Ini sangat fatal, sementara kota mataram sudah dikenal dengan kota yang harmonis dan religious. Saya tidak salahkan komisi DPR menyoroti hal tersebut, tetapi tidak serta merta langsung melakukan penyegelan, namun yang diperlukan adalah sebuah pembinaan. Kami dalam perhimpunan perhotelan Mataramselalu komunikatif dan kerap berkumpul berdiskusi mulai dari harga pasar hingga agenda agenda ivent besar. Saya mohon kepada teman teman pengusaha hotel, kalau membuat promosi janganlah berlebihan, karena ini menyangkut etika”imbaunya.

Guru Mangku I Gde Wenten yang selain sebagai salah satu politisi gaek Kota Mataram juga sebagai owner hotel melati Kaila 1 dan Kaila 2 ini sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah yang tidak langsung ambil tindakan penyegelan.

“Sekali lagi saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Kota Mataram yang tidak langsung mengambil tindakan penyegelan, namun saya berharap agar dapat mengambil langkah langkah preventif sebagai pencegahan dan pembinaan, agar kedepannya tidak ada lagi kejadian yang sama terulang lagi karena ini juga menyangkut nama baik hotel hotel lain yang mengedepankan etika dan santun, karena tidak semua hotel melakukan hal seperti itu,”ungkapnya tindih.

“Karena hotel merupakan salah satu pendukung utama pengembangan pariwisata yang menjadi andalan PAD. Terlebih lagi NTB sebagai salah satu penyelenggara ivent ivent besar internasional. Walau bagaimanapun Prifasi konsumen kami tetap menjadi prioritas layanan, dan jaminan itu cukup dengan menunjukkan KTP,”pungkasnya.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

mungkin menarik