Imtaq Pemprov NTB: Menjemput Kemuliaan Ramadhan dengan Semangat Kemudahan dan Doa

Matarametro-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggelar kegiatan Imtaq rutin di Masjid Al Amin, Kantor Gubernur NTB, pada Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual bagi para ASN, P3K Penuh Waktu dan P3K paruh waktu dari berbagai instansi, mulai dari BKD, RSUD, Satpol PP, Diskominfotik, Dinas Pariwisata dan Ekraf, Dinsos, Bakesbangpoldagri, RSJ Mutiara Sukma, BPSDM, BPBD, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hingga seluruh biro di lingkup Setda NTB.

​Dalam tausiyahnya, TGH. Dr. Lalu Ahmad Zaenuri, MA., membedah tafsir Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185-186 yang menekankan pada dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas ibadah, yakni kemuliaan tempat dan ketepatan waktu.
​Ramadhan: Momentum Kemuliaan dan Kemudahan

TGH Ahmad Zaenuri menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan nilainya.

“Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan batil,” jelasnya mengutip ayat 185.

​Ia juga menekankan bahwa Islam adalah agama yang menghendaki kemudahan. Hal ini tercermin dalam pemberian keringanan (rukhshah) bagi orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan (musafir) untuk tidak berpuasa, dengan kewajiban menggantinya di hari lain (qadha).

​”Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran. Tujuan akhir dari puasa adalah agar hamba-Nya mampu mengagungkan Allah dan menjadi insan yang bersyukur,” tambahnya.

Mengulas ayat 186, TGH Ahmad Zaenuri menegaskan pesan tentang kedekatan Allah kepada hamba-Nya tanpa perantara. Allah berjanji akan mengabulkan doa setiap orang yang memohon kepada-Nya, terutama bagi mereka yang menjalankan perintah-Nya dan beriman dengan sungguh-sungguh.

​”Doa adalah ibadah inti. Allah sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi, dan tidak pernah mengecewakan hamba yang meminta dengan ketaatan,” tegasnya di hadapan jamaah yang hadir.

​Melalui kajian ini, para ASN diharapkan dapat membawa semangat “kemudahan” dan “syukur” dalam menjalankan tugas pelayanan publik di lingkungan Pemprov NTB, sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang melayani dan mengayomi masyarakat.(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

mungkin menarik