Kunjungi SMKN 1 Gerung, Gubernur NTB: Link and Match Jadi Kunci Penguatan SMK

Matarammetro – Kunci utama penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah penerapan link and match antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri. Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mengunjungi SMKN 1 Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah.

Di hadapan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua yang hadir, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menjadikan SMK sebagai solusi terhadap persoalan pengangguran di daerah.

“Kita ingin SMK tidak lagi menjadi penambah pengangguran, tetapi menjadi pemberi solusi terhadap pengangguran. Karena itu, link and match antara SMK dengan dunia usaha itu wajib hukumnya,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemprov NTB telah menyiapkan subsidi biaya sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi lebih dari 400 siswa, dan akan ditambah pada anggaran perubahan.

“Kita ingin anak-anak lulus bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa sertifikat kompetensi. Dengan sertifikat itu, mereka lebih mudah masuk dunia kerja, bahkan bisa digunakan untuk bekerja di luar negeri,” jelas Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.

Dirinya menambahkan, bahwa sejumlah sertifikasi LSP di Indonesia telah diakui secara internasional, termasuk di bidang pengelasan. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMK NTB untuk bersaing di pasar kerja global.

Selain itu, Pemprov NTB juga tengah mendorong keterlibatan siswa SMK dalam proyek-proyek pemerintah daerah, khususnya di bawah Dinas PUPR, agar siswa memiliki pengalaman kerja sebelum lulus.

“Kalau anak-anak SMK bisa terlibat dalam proyek pemerintah, maka saat menulis CV mereka sudah punya pengalaman kerja. Itu akan meningkatkan daya tawar mereka di pasar kerja,” ujarnya.

Miq Iqbal juga mendorong SMK untuk bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan serta pengembangan unit produksi sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyoroti peluang besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berkembang pesat di NTB. Ia menyebutkan adanya kesenjangan signifikan antara permintaan dan suplai, terutama untuk komoditas seperti telur.

“Produksi kita baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan MBG. Ini peluang besar bagi SMK, baik jurusan tata boga, pertanian, maupun peternakan. SMK harus bisa menjadi bagian dari solusi,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi sekolah terkait sarana dan prasarana, Gubernur memastikan bahwa revitalisasi SMK menjadi prioritas Pemprov NTB dan akan dilakukan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, yang turut mendampingi kunjungan, menyampaikan bahwa penguatan SMK merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia NTB.

“Kami ingin setiap SMK memiliki keunggulan spesifik yang menjadi pintu masuk lulusan ke dunia kerja. Dengan sertifikasi dan kerja sama industri, kita optimistis SMK di NTB akan semakin kompetitif,” ujarnya.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

mungkin menarik