Matarammetro- Kemendikdasmen RI menggelontorkan inisiatif Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 untuk memperbaiki sarana prasarana sekolah rusak dan membangun unit baru guna meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan anggaran Rp16,9 triliun, program tersebut menyasar 16.171 satuan pendidikan, meliputi PAUD, pendidikan dasar, hingga menengah, dan dilaksanakan melalui mekanisme swakelola serta sistem aplikasi terpadu Kemendikdasmen, dan SMKN 2 Selong Lombok Timur sebagai salah satu bagian penerima manfaat.
Kepala SMKN 2 Selong H.Sahlan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, SMKN 2 Selong mendapat bantuan program renitalisasi tahun 2025 untuk pembangunan gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) Kulliner beserta perabot dan fasilitas pendukung,(6 Januari 2026).
“Gedung RPS dan perabotnya ini untuk mendukung Kegiatan praktik jurusan kuliner dan meningkatkan skill kompetensi dalam bidang cooking makanan indonesia,kontinental,pastry bakery dan pelayanan makanan minuman. Hal ini juga dapat mendukung program kegiatan Teaching Factory (TEFA) sebagai ajang aksi produksi kuliner karya siswa/siswi SMKN 2 Selong. Saya senang guru guru dijurusan kuliner bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah melalui dinas dan yang paling pokok guru guru juga tidak pernah berhenti belajar sehingga dapat mewujudkan mutu pembelajaran untuk semua murid di SMKN 2 Selong,”ungkapnya..

“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Murid yang hebat pasti dibelakangnya ada guru yang luar biasa,”imbuhnya kemudian.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Jurusan Kuliner SMKN 2 Selong Ibu Nanda Farah Bahroini, S.Pd., M. Pd., menjelaskan, peningkatan kualitas keterampilan siswa dilakukan melalui penguatan pembelajaran berbasis industry.

“Yang kami lakukan di Jurusan Kuliner dalam meningkatkan kualitas keterampilan siswa dilakukan melalui penguatan pembelajaran berbasis industri dalam bentuk sinkronisasi kurikulum, optimalisasi teaching factory sebagai sarana praktik nyata, serta peningkatan kompetensi guru produktif. Selain itu, dilakukan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, pembiasaan budaya kerja profesional, serta mendorong siswa mengikuti sertifikasi dan lomba kompetensi. Upaya tersebut bertujuan agar siswa memiliki keterampilan yang relevan, berdaya saing, dan siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha di bidang kuliner,”jelasnya.(red)
