Matarammetro-Program kewirausahaan SMKN yang dirancang untuk membekali siswa dengan pola pikir, dan kemandirian finansial melalui praktik langsung, inkubasi produck dan pemasaran digital, kini menjadi bagian dari tujuan visi NTB Makmur mendunia dalam mengentas pengangguran.
SMKN 1 PK Sakra sebagai Lembaga Pendidikan Vokasi telah banyak melahirkan tenaga tenaga professional dan wira usah muda yang inspiratif dan mandiri, salah satunya Bayu Maulana kelas X Jurusan Mekanisasi Pertanian SMKN 1 Sakra tanpa gengsi menekuni usaha kulliner Sate Pusut yang dibantu Ibundanya sejak masuk SMKN 1 Sakra.

Bayu mengaku mampu menjual sate pusut antara 200 sampai 300 tusuk sehari seharga Rp. 1.000,-/tusuk.(Sabtu, 7 Februari 2026)
“Saya jualan dirumah habis 200 sampai 300 tusuk sehari seharga Rp. 1.000/tusuk dibantu ibu, sebagian dijual online. Dalam proses produksi kami dibantu oleh beberapa tetangga. Setiap hari saya buat dan saya julan, kalau sekolah ibu yang tangani, sehari bisa dapat R. 300.000, kalau sebulan lumayan (Rp.9.000.000), modal kami dalam 100 tusuk berkisar antara Rp. 50.000-60.000,”tuturnya.
Kendatipun demikian didrinya mengaku tetap akan bekerja lain setelah lulus sekolah.
3 Srikandi SMKN 1 Sakra Tumbuh Sebagai Wira Usahawan Muda
Selain Bayu Maulana, ada 3 Siswi kelas XII lainnya jurusan ABHP juga memiliki usaha kulliner sendiri dengan omset yakni, Selvi, Maynil, Silva mengaku menekuni usaha kulliner camilan dengan fasilitas container masing masing yang dibeli seharga Rp.3.500.000 sebagai investasi awal ditambah peralatan dan modal bahan baku Rp. 400.000.
“Kami jualan sepulang sekolah dipinggir jalan sampai malam, Lumayan dapat jualan sampai Rp. 200.000, keuntungannya buat belanja disekolah,”tuturnya.
Masing masing meraup omzet Rp. 200.000 sehari dengan modal bahan baku Rp.100.000.,
Satu siswi lainnya jurusan kecantikan menekuni usaha perawatan rambut membantu ibunya, megaku sering dapat panggilan untuk perawatan rambut dengan bayaran Rp. 200.000 hingga 300.000 per orang.
“Saya akan teruskan usaha ibu, Salon Smoothing,”unfgkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala SMKN 1 Sakra, Ahmad Suhamka,. S.T., mengatakan, sebelum moratorium, jurusan ABHP pernah ada program bantuan modal stimulant tanpa bunga yang diberikan kepada siswa siswi yang mau buka usaha sebesar Rp. 400.000,. (Sabtu, 7 Februari 2026).
“Dulu semasih ada BPP pernah kami buat program untuk anak anak jurusan ABHP yang mau buka usaha berupa bantuan modal stimulant tanpa bunga sebesar Rp. 400.000., melalui analisa dan penilaian ketua jurusan. Setelah moratorium program itu terhenti. Kami berharap dapat melanjutkannya melalui keuntungan produksi roti pesanan dapur dapur MBG,”ungkapnya.
Suhamka mengaku, siswa siswi SMKN 1 Sakra banyak memanfaatkan waktu luang setelah sekolah untuk membantu produksi roti disekolah.
“Produksi roti ini banyak memberi manfaat, khususnya kepada anak anak, seplang sekolah mereka ikut membantu produksi dan digaji. Lumayan membantu ekonomi. Selain itu juga mereka dapat menimba pengalaman, menginkubasi diri untuk mandiri dan menjadi pengusaha muda. Kami sangat mendukung siswa siswi yang terinspirasi untuk membuka usaha sendiri,”ungkapnya.(red)
