Matarammetro-SMKN 2 Selong menggelar pelatihan pelajaran tata cara mengurus jenazah sebagai program projeck kokurikuler untuk mengisi bulan Suci Ramadhan 2026.
Kepala SMKN 2 Selong H.Sahlan, S.Pd., M.Pd., menilai gagasan tersebut merupakan langkah yang sangat tepat ditengah modernisasi digitalisasi yang mengikis ritual ritual keagamaan dalam budaya kearifan local terlebih lagi krisis regenerasi petugas pengurus jenazah dilingkungan social.
“Kegiatan ini digagas oleh tim kurikulum dan kami komunikasikan dengan guru Agama untuk mendukung kegiatan ini sebagai langkah regenerasi pengurus jenazah yang kemungkinan menjadi langka karena kurangnya minat generasi muda untuk mempelajarinya karena cenderung terobsesi oleh modernisasi Digitalisasi. Saya sangat bangga, karena dengan kegiatan ini anak anak lebih paham bagaimana seharusnya mengurus jenazah yang benar dan menjadi hukum wajib (Fardu Kifayah) ditengah tengah masyarakat. Selain itu kami juga minta dukungan Kemenag untuk instrukturnya,”ungkapnya, Sabtu (7 Maret 2026).

Pembelajaran tersebut, menurutnya diajarkan mulai dari awal cara mengurus jenazah, memandikan jenazah dengan dengan berbagai macam air yang dipersiapkan, membersihkan kotoran jenazah, mensucikan jenazah, mengkafankan, hingga mensholatkan, yang praktiknya dilakukan simulasi dengan menggunakan boneka yang dipakai dikelas busana.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu dalam bulan Ramadhan, dan ilmu mengurus jenazah ini bisa langsung diterapkan ditengah masyarakat, dan keluarga masing masing, dan supaya dapat ditularkan juga kepada masyarakat luas melalui anak anak ini kelak dikemudian hari,”harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Rohyatul Quroni, S.Pd., guru Kurikulum SMKN 2 Selong sekaligus tim penggagas kegiatan tersebut menuturkan, jam kegiatan tersebut adalah akumulasi dari 20% dari setiap mata pelajaran yang dihimpunkan untuk dimanfaatkan dalam program projeck Kookurikuler.
“Dulu namanya P5 yang sekarang dirubah menjadi kokurikuler yang diisi dalam bulan Ramadhan dengan tema 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat, kebetulan salah satu temanya adalah beribadah. Bertepatan dengan Bulan Ramadhan maka kami mengambil tema beribadah dengan materi tata cara Pengurusan Jenazah. Idenya ini muncul karena kami lihat direngah tengah masyarakat, umumnya yang memiliki keilmuan tata cara mengurus jenazah adalah orang tua saja dan dilaksanakan oleh orang tua. Nah kami ingin ada regenerasi, sekiranya para orangtua telah tiada maka kita tidak akan mengfalami kelangkaan pengurus jenazah, karena kami siapkan sejak dini,”tuturnya.
