RSUD NTB Terbaik Peringkat Pertama OPD Informatif

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra M.Kes., MH.,”apapun informasi harus satu pintu sesuai dengan ketentuan yang ada melalui PPID.
Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra M.Kes., MH.,”apapun informasi harus satu pintu sesuai dengan ketentuan yang ada melalui PPID.

Matarammetro – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mempertahankan peringkat terbaik pertama predikat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) informatif dalam ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik NTB 2022.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan, RSUD sebagai instansi pelayanan publik memang harus tetap terbuka kepada masyarakat. Informasi memang harus diberikan sedetail mungkin sehingga masyarakat menjadi tahu hak dan kewajibannya.

“Manfaat keterbukaan informasi pubik ini adalah, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan. Kalau ada kendala, apa yang harus mereka kerjakan dan laporkan. Jadi, kita kalau di rumah sakit misalnya yang terkait jam poli klinik, jadwal operasi, siapa dokternya, siapa yang melayani, bagaimana administrasinya dengan BPJS atau Non BPJS, itu masyarakat harus banyak tahu,” kata Lalu Herman Mahaputra di Mataram, Selasa (20/12/2022).

Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Trauma Center Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUD)
Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Trauma Center Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUD)

Dikatakannya juga bahwa, pelayanan informasi semuanya melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Sehingga semua kebutuhan masyarakat akan informasi pelayanan kesehatan itu akan diperoleh di PPID tersebut. Masyarakat tak perlu ragu untuk mengakses informasi yang dibutuhkannya karena mareka memiliki hak dan kewajiban.

“Ini barang jelas semuanya. Misalnya kenapa ini berbayar, kenapa itu tidak berbayar begitu. Karena banyak masyarakat yang misalnya kelas satu ingin naik ke VIP atau misalnya kelas II ke kelas III dan lain sebagainya. Itu kan perlu informasi yang valid dan kami sangat terbuka, karena masyarakat perlu tahu hak dan kewajibannya,” terang Dokter Jack, sapaan akrabnya.

Menurutnya, masyarakat juga harus mengetahui bahwa RSUD Provinsi NTB kini sudah mampu menangani operasi bedah jantung terbuka, sehingga pasien tidak perlu lagi ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

“Banyak orang yang takut, bukan karena takut sakitnya, namun karena biayanya. Nah ini kan ditanggung oleh BPJS. Oleh sebab itu melalui media ini sebarkan hal ini kepada masyarakat di NTB,” terangnya.

Salah satu penekanan Dokter Jack kepada timnya untuk tetap membuka informasi kepada masyarakat adalah tim harus menjaga kekompakan. Artinya apapun informasi itu harus satu pintu sesuai dengan ketentuan yang ada yaitu melalui PPID.

Anugerah Keterbukaan Informasi Publik ini digelar oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB untuk memberi penghargaan kepada badan publik, baik badan publik vertikal, OPD Pemprov NTB, badan publik pemerintah desa, badan publik penyelenggara pemilu Kabupaten/Kota di NTB serta badan publik Pemda Kabupaten/Kota di NTB yang selalu menjaga keterbukaan informasinya.

Dalam ajang tersebut RSUD Provinsi NTB sebagai badan publik di Provinsi NTB memiliki nilai total sebanyak 99,40 poin. Ini merupakan nilai tertinggi yang berhasil diperoleh oleh badan publik OPD Pemprov NTB. Secara keseluruhan, untuk badan publik OPD NTB yang mendapat predikat informatif sebanyak 30 OPD dan RSUD NTB berada di posisi pucak. (N3G)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here